Marketing Bank Syariah!
Assalamu’alaikum, Wr. Wb. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih, saya adalah salah satu karyawan sebuah unit usaha syariah pada salah satu bank syariah di Indonesia. Sebelumnya saya bekerja di bank konvensional sebagai marketing, namun saat ini saya dipindahkan ke unit usaha syariah.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimana sebaiknya saya melakukan pemasaran atas produk dari perusahaan tempat saya bekerja dengan baik. Selama ini saya mengalami kesulitan untuk meyakinkan calon nasabah bahwa produk unit usaha syariah berbeda dengan produk pada konvensionalnya. Apalagi nasabah selama ini masih sedikit yang mengetahui tentang bank syariah.
Terkait dengan masalah tersebut saya ingin bertanya strategi apa yang saya lakukan untuk nasabah agar ada motivasi ke perbankan syariah. Apakah dengan menggunakan dakwah agama atau dengan memberikan keuntungan bisnis jika menggunakan layanan syariah. Terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Sutrisno
Jl. Ampera RT 01/RW 12 no 2, Ciledug – Tangerang Jawa Barat.
Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
Mas Sutrisno yang berbahagia,
Pertama-tama kita wajib syukuri bahwa akhirnya anda mendapatkan kesempatan untuk 'hijrah' dari karir anda yang lama di bank konvensional ke karir anda yang baru di bank syariah. Alhamdulillah.
Penugasan pegawai dari unit konvensional ke unit usaha syariah oleh suatu institusi keuangan seperti bank atau asuransi, sebaiknya diikuti dengan pembekalan yang cukup dari segi ilmu pengetahuan syariahnya.
Minimal seminggu sebelum menjabat suatu posisi di unit usaha syariah (khususnya bagi mereka yang bertugas di area marketing dan front line dimana mereka akan sering bertemu dengan nasabah), sangat disarankan untuk telah mengikuti Training Pendidikan Dasar Perbankan Syariah (PDPS).
Dalam praktek umumnya di perbankan syariah sendiri Training ini merupakan Training yang bersifat Mandatory atau wajib bagi petugas yang menduduki posisi2 diatas.
Dalam Training ini prinsip-prinsip dan strategi, serta cara-cara pengenalan produk Bank Syariah akan diajarkan dengan sederhana dan lugas sehingga Insya Allah memudahkan para petugas pada saat melaksanakan tugasnya.
Namun, kita sadari juga bahwa tidak semua petugas memiliki kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dasar sebelum bertugas di bank Syariah. Hal ini mungkin saja terjadi mengingat seringkali urgensi bisnis bank Syariah saat ini yang tengah marak dan melaju, tidak selalu dapat menunggu kesiapan dari sisi SDM-nya.
Untuk itu saya sarankan juga untuk anda agar sering-sering lah membaca artikel dan buku-buku tentang Bank Islam atau bank syariah untuk dapat membekali diri dari sisi pengetahuan, demi kepentingan kelancaran pekerjaan anda sendiri.
Dengan banyak membaca buku biasanya seseorang bisa secara otodidak dapat merasakan kepercayaan diri yang lebih tinggi sehingga kepercayaan diri ini dapat terpancarkan pada saat anda sedang menjelaskan tentang suatu jasa atau produk kepada nasabahnya, dan dapat mengakibatkan nasabah pun akan menjadi juga lebih percaya diri untuk membeli / menggunakan jasa atau produk dari Bank anda.
Memang tidak mudah untuk bisa menjadi bankir sekaligus bankir bank syariah, karena ilmu yang terkandung dalam perbankan syariah setingkat lebih sulit dari ilmu perbankan konvensional umumnya. Sulit disini bukan berarti rumit dan tidak sederhana untuk dipelajari, namun umumnya karena masih asing prinsip-prinsip yang diajarkan dengan tata nilai yang ada dalam masyarakat Indonesia saat ini yang multi dimensional dan ber Bhineka Tunggal Eka.
Tidak semua orang muslim di Indonesia telah paham tentang Bank Syariah, apalagi jika nasabahnya non muslim.
Cara yang tepat adalah jika anda merasa lebih mudah untuk meyakinkan nasabah yang muslim terlebih dahulu, maka selama anda baru belajar dekati dulu mereka. Kemudian, baru setelah anda mahir menjual produk2 anda, seandainya dari Bank tempat anda bekerja diminta juga untuk mendekati mereka yang non muslim, maka dapat anda lakukan ini pada tahap selanjutnya. Pada saat mendekati nasabah yang muslim, anda boleh sedikit-sedikit menggunakan metode dakwah, (misalnya dalil tentang haram dan halal), karena umumnya lebih bisa menyentuh nurani mereka. Tapi ingat, membumbuinya jangan terlalu banyak juga. Karena mereka akan mendapatkan kesan tengah digurui oleh anda, sehingga akhirnya nanti malah menolak.
Sebaliknya, jika menawarkannya kepada nasabah yang non muslim, jangan bawa-bawa dalil agama, karena buat mereka prinsip halal dan haram tidak penting. Beri sedikit tentang prinsip dan fikih islamnya sih boleh-boleh saja, namun fokus saja pada perhitungan keuntungan yang memang anda yakini akan mereka peroleh karena lebih adil dan 'win-win' ketimbang produk-produk versi konvensional.
Bank syariah memang sangat jelas perbedaannya dari sisi PRINSIP-PRINSIP dengan bank konvensional, dan ini harus dapat anda ketahui secara jelas sejak awal, dimana beda-bedanya untuk dapat anda terangkan pada nasabah jika mereka bertanya.
Jangan terjebak atau ikut menjebak masyarakat bahwa pada PRINSIP-nya adalah SAMA saja, karena yang pasti justru prinsipnya yang BERBEDA, tetapi bungkus, nama, atau kemasannya bisa saja mirip dengan produk perbankan konvensional. Contohnya: tabungan, deposito, giro , kartu belanja syariah yang sekarang banyak dikeluarkan oleh unit usaha syariah, umumnya bentuk jasadnya sama atau paling tidak mirip dengan yang dikeluarkan oleh bank konvensionalnya, Padahal kalau anda pelajari lebih dalam lagi, prinsip perhitungannya akan jauh berbeda, betul? Nah, jadi hati-hati ya mas.. jangan bingung dulu, karena kalau anda bingung, nasabahnya akan lebih bingung lagi.
Jadi, supaya anda tidak bingung saya sarankan pelajari dulu dan dalami terlebih dahulu prinsip-prinsipnya, minta tolong pada atasan atau teman untuk mengajari anda, kalau anda belum beruntung ikut pelatihannya.
Prinsipnya adalah: You cannot make people trust you (or your product) unless you BELIEVE in your product. And, to believe means also that you have to learn more....
Welcome to sharia world ... dan selamat berjuang kawan!
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Pengasuh Rubrik Konsultasi SDI
Inda D. Hasman, Karim Business Development Director



Tidak ada komentar:
Posting Komentar